Jumat, 06 Juni 2014

Sampai di Lanny Jaya, Papua

Sampai hari ini, ratusan Peri sudah sampai ke penjuru Indonesia. Dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai NTT. Peri bahagia sekali, karena setelah tiga tahun, perjalanan Peri benar-benar menyentuh banyak tangan kecil di banyak tempat di Indonesia. Tapi, ada satu tempat yang selama ini Peri impi-impikan untuk bisa sampai ke sana, yaitu Papua. Selain jauh, Peri juga belum kenal siapa-siapa di sana.

Nah, memang Tuhan maha mendengar doa ya.. Beberapa waktu lalu, Peri tidak sengaja berkenalan dengan Kak Rosa lewat sosial media Facebook. Kak Rosa adalah perempuan hebat yang mengabdikan diri menjadi guru di Lanny Jaya, Papua. Tempatnya itu jauh sekali.. Kalau ke sana, harus naik kapal terbang lalu melewati bukit dan gunung.


Kak Rosa ini baik sekali, dia mau lho mengantar Peri ke teman-teman kecilnya di Lanny Jaya, Papua. Akhirnya... dengan segala restu Tuhan maha segala, Peri sampai di Papua! Wah... Peri terharu sekali dengan perjalanan hebat ini.

Bagi Peri, teman-teman kecil di Papua adalah sejatinya Peri-Peri Bersayap Pelangi. Mereka tetap semangat belajar dan berkarya sekalipun di tempat dengan akses terbatas. Tempat indah yang seharusnya menjadi kebanggaan Indonesia karena alamnya yang sangat sangat luar biasa.



Terimakasih Kak Rosa, inilah perjalanan terhebat Peri. Peri bahagia sekali bisa sampai ke sana, semoga bermanfaat ya :)

*dokumentasi: Rosa Dahlia

Jumat, 23 Mei 2014

Jalan-Jalan ke Dubai

Sampai hari ini, Peri sudah sampai ke berbagai tempat-tempat mewah. Dari pelosok-pelosok desa, shelter pengungsian, puncak bukit, sampai ke kawasan lokalisasi. Nah, tapi, semua tempat mewah yang peri singgahi, berada di Indonesia. Terkadang, Peri ingin sekali menyicipi serunya terbang ke luar Indonesia. Singgah dan berada di tangan teman-teman Indonesia yang berada di luar negeri. Peri ingin sekali menjadi teman pengantar tidur untuk teman-teman kita yang tinggal negeri orang. Supaya setiap mau tidur, teman-teman Peri tetap mendengarkan cerita berbahasa Indonesia walaupun sedang tidak berada di sini.

Nah, Peri senang sekali, beberapa waktu lalu, impian Peri diwujudkan oleh seorang kakak baik. Namanya Kak Isti. Beliau adalah orang Indonesia yang tinggal di Suly, Kurdistan. Waktu diajak ke Suly, Peri senangnya banget banget! Karena di sana, Peri menjadi sahabat untuk Shaki dan Iam, anak-anaknya Kak Isti. Eh ternyata, Kak Isti kasih Peri bonus! Peri gak hanya diajak untuk tinggal di Sully bersama anak-anaknya, tapi juga dibawa jalan-jalan ke Dubai. Duh.. Peri bahagia sekali... :')


Di Dubai, Peri diajak ke Burj Khalifa dan Burj Al-Arab. Peri sama sekali gak tau itu tempat apa.. Peri cuma tau kalau dua tempat itu indaaah banget. Ada bangunan-bangunan keren dengan laut dan pantai yang sangat cantik! Wah.. terimakasih banyak ya Kak Isti.. Terimakasih sudah ajak Peri ke Suly dan Dubai. Terimakasih untuk Shaki dan Iam yang mau jadi teman Peri di sana. Semoga Peri jadi teman yang baik untuk kalian ya.. ^_^

Jumat, 07 Februari 2014

Menjadi Penghuni Perpustakaan Mini Panti Asuhan Yatama

Belum lama ini, Peri mendapat kabar soal perpustakaan mini di sebuah panti asuhan yang sedang berusaha dibangun-gerakkan. Tentu saja, Peri langsung bersemangat! Ingin sekali rasanya menjadi bagian di perpusatakaan mini itu. Namanya perpustakaan panti Yatama. Terletak di Desa Karangasem Kel. Karang Ayar, Purwodadi, Grobogan. Peri ingin sekali terbang ke sana..

Dan gayung bersambut! Peri menemukan kak Cheila, si ibu guru yang baik yang mau membantu Peri ke sana. Kak Cheila dengan baiknya menerima Peri lalu mengantar Peri sampai ke Yatama. Duh, ka Cheila baik sekali. Peri senangnya bukan main..


Sekarang, Peri adalah salah satu penghuni perpustakaan panti Yatama. Peri bahagiaaaa sekali. Tidak sabar untuk bertemu dan bermain bersama teman-teman kecil di sini. Hore!

Terimakasih kak Cheila, terimakasih kakak-kakak pengelola panti Yatama. Semoga Peri bermanfaat yaa :)

Senin, 03 Februari 2014

Hinggap di Taman Baca Mahanani

Teman-teman, pernah dengar tentang Taman Baca Maharani? Taman baca yang satu ini, keren sekali lho...

source

Letaknya ada di Kediri, Jawa Timur. Berisi ratusan buku dan dipinjamkan secara gratis kepada siapapun yang ingin membaca. Bahkan, taman baca Mahanani punya becak buku. Becaknya bukan untuk dinaiki manusia, tapi buku! Iya, taman baca Mahanani sampai menjemput sendiri pembacanya dengan becak buku. Siapapun yang bertemu becaknya Mahanani, boleh pinjam buku dan dikembalikan ke Mahanani atau dikembalikan saat bertemu becak Mahanani lagi. Asyik ya? :D

source

Taman baca Mahanani juga rutin mengadakan kegiatan untuk anak-anak. Dari mulai kemping di mahanani, belajar bersama sampai pemutaran film. Ada juga kegiatan lomba-lomba berhadiah buku bacaan. Wah wah.. Peri iri sekali ingin ikut bermain dan belajar di sana. 

source
Nah, yang paling keren dari Mahanani, taman baca ini ternyata dulunya adalah kandang sapi lho.. Hebat sekali ya kakak-kakak yang bergerak dibelakangnya. Menyulap kandang sapi menjadi sebuah taman baca bagus yang sangat nyaman.

Belum lama ini, dibantu kak Naim Ali, salah seorang pengelola Mahanani, Peri berhasil hinggap di sana! Horeee... Peri senang sekali.. karena taman baca Mahanani pengunjungnya banyak. Jadi, banyak teman-teman kecil yang membuka dan membaca Peri. Peri tidak sabar nih ingin ikut naik becak keliling bersama buku-buku Mahanani yang lain. Ayo, kak.. segera ajak Peri :D

source

Semoga Peri bermanfaat di sana ya... terimakasih Kak Naim.. terimakasih Mahanani :)


Taman Baca Mahanani
https://www.facebook.com/tamanbacamahanani
Jl. Supiturang Utara 13 Kediri JATIM

Sabtu, 25 Januari 2014

Menjadi Penghuni Perpustakaan SD Negeri Growong Magelang

Beberapa waktu lalu, Peri tiba di perpustakaan SD Negeri Growong. SD ini berada di Desa Growong, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Di sana, ada bapak guru yang hebat, namanya pak Irfan. Beliau, dengan ketulusan hatinya, mencari buku-buku untuk perpustakaan sekolah karena teman-teman di sana butuh bahan bacaan. Bayangkan saja, buku-buku di perpustakaan SD Negeri Growong paling baru adalah keluaran tahun 1990, itupun buku pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Buku lainnya, keluaran tahun 1982. Walau masih sangat bermanfaat, tapi buku-bukunya sudah tua, dan kata pak Irfan, teman-teman lebih membutuhkan buku pendamping pelajaran seperti buku cerita, majalah anak atau ensiklopedia.
 
pic source
pic source
Nah, berkat sebuah tulisan di blog kak Farchan, Peri berhasil mendapat 'jalan' untuk terbang ke SD Negeri Growong dan menjadi salah satu penghuni perpustakaannya. Kak Farchan inilah yang membantu Pak Irfan melalui blognya mengumpulkan buku-buku untuk perpustakaan SD Negeri Growong. Termasuk Peri! Wah.. Peri senang sekali.. Semoga kedatangan Peri bermanfaat dan dapat disukai teman-teman di sana. Amin..

dokumentasi: Kak Farchan
Terimakasih Pak Irfan, bapak guru yang sangat peduli dengan bacaan murid-muridnya. Terimakasih kak Farchan atas tulisan blognya dan mau menghubungkan Peri dengan teman-teman di sana. Titip beberapa sayap Peri di sana ya.. Kalian super-keren!

Kamis, 31 Oktober 2013

Peri Terbang ke Brebes

Peri yang baik, terima kasih ya atas sumbangan buku Peri-Peri Bersayap Pelangi buat adik-adik di Dusun Pengilon, Desa Wanatawang, Brebes. Desa ini termasuk desa tertinggal, dan Dusun Pengilon adalah dusun paling tertinggal di antara empat dusun lain di Desa Wanatawang.

Di sini gak banyak warga muda, yang ada hanya anak kecil dan orang tua. Mereka putus sekolah. Bagi mereka uang lebih penting daripada sekolah, makanya mereka lebih memilih bekerja. Di sini gak ada hiburan, cuma ada satu taman bacaan masyarakat. Bukunya pun sedikit, mungkin koleksi buku kita lebih banyak daripada buku di sana. Buku di sana kebanyakan sumbangan dari dinas, jadi taman baca penuh dengan buku yang formal kayak buku hukum, korupsi dll.

Buku dari Peri bikin seneng warga di sini. Mereka rebutan pengen liat, padahal anak PAUD belum pada bisa baca. Hahaha. Kata Bu Khoir, yang punya PAUD + taman bacaan, terima kasih atas sumbangan bukunya. Aku pesan ke Bu Khoir buat bacain mereka cerita setiap hari yang sumbernya dari buku itu atau dari manapun, biar anak-anak PAUD senang.

Selain di taman baca, buku Peri juga aku alokasikan ke SD 1 Pengilon. SD ini paling tertinggal di Desa Wanatawang. Perpustakaanya belum bisa beroperasi entah kenapa. Anak-anak disana gak kalah antusias sama buku Peri. Mereka rebutan juga. Walaupun lebih bisa ngalah dibanding anak-anak PAUD.

Alhamdulillah.. hal ini juga didukung sama LPPM UNSOED waktu kemarin kita evaluasi dengan mereka. Karena insya Allah bisa meningkatkan budaya literasi di desa ini. Aku mewakili teman-teman KKN-ku mau berterimakasih atas sumbangannya. Ini sangat bermanfaat buat kita semua di sini. Tetap berkarya, Peri!


Warm regards,
Neno
Kelompok KKN TMMD UNSOED Kec. Songgom 2013

Senin, 04 Maret 2013

Peri Landing di Desa Alangamba

Desa Alangamba merupakan sebuah desa yang jauh dari kata “maju”. Desa ini menempati peringkat pertama desa dengan jumlah TKI paling banyak di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Disini, pendidikan tak terlalu dipersoalkan. Mau lulus SD kek, mau lulus SMP kek, atau lulus SMA/SMK sama saja. Ujung- ujungnya, biasanya mereka lebih memilih lembaga privat bahasa asing sebagai klimaks pendidikanya. Apalagi kalau bukan mempersiapkan diri untuk di ekspor sebagai Tenaga Kerja di luar negeri. Bayangkan, para orang tua harus mencari nafkah di negeri tetangga dengan alasan gaji di luar negeri lebih banyak 10x lipat dari tanah air sendiri. Itu sebabnya, mereka mau tidak mau, harus meninggalkan kampung halaman, meninggalkan rumah, meninggalkan tetangga, meningalkan kerabat dan juga meninggalkan keluarga, anak, cucu mereka selama bertahun- tahun.

Dan. Satu hal yang tak habis saya pikir adalah mereka meninggalkan anak dari bayi masih merah darah dan kembali pulang hingga si bayi tersebut sudah menjadi anak berumur 7 tahun. Mereka hanya tahu perkembangan anaknya lewat telepon seluler. Dan bagaimana mungkin untuk membelikan buku dongeng/ cerita, membacakan dongeng/ cerita rakyat kepada anaknya saja tidak pernah.            
 


 
Oleh karena itu saya dan teman- teman KKN UNSOED, ingin berbagi kepada anak- anak khususnya di SD Alangamba 02, yang sebagain besar mempunyai orang tua bermata pencaharian TKI, meskipun ada beberapa yang petani, itupun buruh. Meskin sabin disini berhektar- hektar, pemiliknya hanya si-kaya saja. mereka yang bermata pencaharian buruh tani, terkadang mendapatkan gaji yang tidak seberapa, itupun kalau sedang panen saja. untuk sekedar bertahan hidup saja susah, apalagi untuk membeli yang lain- lain. Akibatnya, anak- anak di SD sebagian besar tidak memiliki buku cerita dirumahnya, buku pelajaran saja terkadang saling meminjam teman sebangku. Dan orang tua tak mau tau dengan hal itu.
 
Dan atas kebaikan hati dari sang Ibu Peri, kami bersama teman KKN merasa berterimakasih karena Ia sangat mendukung kegiatan berbagi dengan memberikan buku kumpulan cerita “peri- peri bersayap pelangi” SECARA GRATIS. Akhirnya dengan senang hati, kami mengantarkan peri untuk landing di desa Alangamba melalui acara “GEMAR MEMBACA DAN GIAT MENULIS” pada hari Kamis, 7 Februari 2013 yang diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2 SD Alangamba 2. Ketika peri hinggap di tangan mereka, wajah lesu berubah menjadi sumringah seketika. Mereka juga ingin seperti ibu peri, yang bisa menulis cerita sendiri. Terimakasih ibu peri. Salam peluk cium hangat dari bocah- bocah ingusan Desa Alangamba :* hug!




Teks dan Foto:

Tythien Anastyan Safitri